Detail Kajian Spesies

Beranda | Detail Kajian

Monyet Siberut

Macaca siberu

Ringkasan

Macaca siberu atau monyet Siberut merupakan primata endemik Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai. Dalam NRLA, spesies ini dinilai Genting / Endangered (EN A2acd+4acd), sama dengan status global IUCN, karena sebarannya sangat terbatas pada satu pulau, populasinya menurun, dan habitatnya terus tertekan. Spesies ini hidup pada hutan dataran rendah, hutan primer, hutan campuran, hutan pesisir, hutan rawa, dan mosaik habitat di Siberut. Populasi diperkirakan masih terdapat di dalam maupun sekitar Taman Nasional Siberut, tetapi tetap terancam oleh kehilangan dan fragmentasi habitat, perburuan, pembukaan lahan, pembangunan infrastruktur, serta tekanan dari aktivitas manusia. Sebagian habitatnya berada dalam kawasan lindung, namun perlindungan belum sepenuhnya menjamin keberlanjutan populasi. Upaya konservasi perlu mencakup perlindungan habitat, penguatan konektivitas, pemantauan populasi, pengurangan perburuan, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum.

Citasi

Tim Kajian Spesies. 2026. Monyet Siberut. Macaca siberu. Daftar Merah Nasional Jenis Terancam Punah 2026. Diakses 02 Oktober 2026.

EN

Genting

Waktu Kajian Terakhir

13 Agustus 2026

Jumlah Individu Dewasa

-

Tren Populasi

Menurun

Habitat & Ekologi

Hutan - Subtropis/Tropis

Taksonomi

Kingdom

Animalia

Kelas

Mammalia

Famili

Cercopithecidae

Filum

Chordata

Ordo

Primates

Genus

Macaca

Detail Taksonomi

Nama Ilmiah Lengkap

Macaca siberu Fuentes & Olson, 1995

Rank

SPECIES

Nama Vernakular

idn

  • Monyet Siberut UTAMA
  • Monyet Bokkoi
  • Beruk Siberut
Ditambahkan: 23 Juli 2026 Diperbarui: 23 Juli 2026

Detail Taksonomi IUCN REDLIST

Nama Ilmiah (IUCN)

Macaca siberu Fuentes & Olson, 1995

SIS ID

39795

Nama Umum (IUCN)

Siberut Macaque (eng)

Informasi Kajian

Kategori & Kriteria IUCN

EX
EW
CR
EN

Genting

A2cd + 4cd; B1ab (i,ii,iv,v)

VU
NT
LC
DD

Tanggal Kajian

23 Juli 2026

Tahun Publikasi

13 Agustus 2026

Versi

1.1

Detail Kajian

Pengkaji

Tim Kajian Spesies

Penelaah

  • Dev Admin

Justifikasi (Rationale)

Macaca siberu ditetapkan berstatus Genting / Endangered (EN A2acd+4acd) secara nasional karena merupakan spesies endemik Pulau Siberut dengan sebaran terbatas pada satu ekosistem pulau yang terisolasi. Populasinya dinilai mengalami penurunan akibat kehilangan dan degradasi habitat, fragmentasi hutan, perburuan, pembukaan lahan, serta pembangunan infrastruktur. Meskipun sebagian habitat berada di Taman Nasional Siberut, tekanan terhadap habitat di luar kawasan lindung tetap tinggi. Sebaran yang sempit, ancaman berkelanjutan, dan risiko isolasi populasi menjadi dasar penetapan status Genting.

Persebaran Geografis

Sebaran Asli

Estimasi & Tren Sebaran

Estimasi AOO (km²)

40.00

Penurunan AOO

Ya

Penurunan Ekstrim AOO

Ya

Estimasi EOO (km²)

3.24

Penurunan EOO

Ya

Penurunan Ekstrim EOO

Ya

Endemik Indonesia

Ya

Penurunan di Beberapa Lokasi

Ya

Fluktuasi Ekstrim di Lokasi

Ya

Deskripsi Sebaran

Macaca siberu merupakan primata endemik Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Sebarannya terbatas pada satu pulau ini, terutama di dalam dan sekitar Taman Nasional Siberut serta kantong-kantong hutan di luar kawasan lindung. Keterbatasan sebaran membuat spesies ini rentan terhadap kehilangan habitat, fragmentasi, dan pembangunan infrastruktur.

Asal Pulau

Siberu (Extant)

Ekologi dan Habitat

Sistem

Terrestrial

Deskripsi Habitat

Macaca siberu menempati berbagai tipe habitat hutan di Pulau Siberut, terutama hutan dataran rendah, hutan primer, hutan sekunder, hutan campuran, hutan pesisir, dan hutan rawa. Spesies ini bergantung pada tutupan hutan yang masih baik, tetapi juga dapat dijumpai pada mosaik habitat di sekitar kawasan hutan. Kualitas dan konektivitas habitat menjadi penting karena sebarannya terbatas pada satu pulau. Kehilangan, degradasi, dan fragmentasi hutan dapat mengurangi ketersediaan pakan, ruang jelajah, serta peluang pergerakan antar kelompok.

Skema Klasifikasi

Habitat Kesesuaian Kepentingan Utama
Hutan - Subtropis/Tropis Suitable Major

Ancaman (Threats)

Deskripsi Ancaman

Ancaman utama terhadap Macaca siberu adalah kehilangan, degradasi, dan fragmentasi habitat akibat pembukaan lahan, penebangan, perluasan pertanian, serta pembangunan infrastruktur, termasuk jalan trans-Mentawai. Perburuan untuk konsumsi dan tekanan aktivitas manusia juga berkontribusi terhadap penurunan populasi. Karena spesies ini hanya terdapat di Pulau Siberut, ancaman lokal dapat berdampak besar terhadap kelangsungan populasinya. Fragmentasi habitat dapat membatasi konektivitas antar kelompok, meningkatkan isolasi, dan menurunkan ketahanan populasi terhadap perubahan lingkungan serta tekanan antropogenik.

Skema Klasifikasi

Ancaman Waktu Cakupan Tingkat Keparahan
Pemanfaatan Yang Disengaja (Spesies Sebagai Target) Ongoing Majority Rapid declines
Jalur Utilitas Dan Layanan Ongoing Minority Rapid declines
Pekerjaan Dan Aktivitas Lain Ongoing Majority Rapid declines
Perkebunan Rakyat Ongoing Majority Rapid declines
Pertanian Industri Agro Ongoing Majority Rapid declines

Populasi

Deskripsi Populasi

Tren populasi Macaca siberu dalam NRLA dinilai menurun. Spesies endemik Pulau Siberut ini memiliki sebaran terbatas dan populasi yang terisolasi pada satu ekosistem pulau. Penurunan populasi terutama dipengaruhi oleh kehilangan dan fragmentasi habitat akibat pembukaan lahan, penebangan, perluasan pertanian, pembangunan infrastruktur, serta tekanan perburuan. Meskipun sebagian habitat berada di Taman Nasional Siberut, populasi di luar kawasan lindung tetap rentan. Fragmentasi habitat dapat membatasi pergerakan kelompok, mengurangi konektivitas, dan meningkatkan risiko penurunan jangka panjang.

Tren Populasi

Menurun

Jumlah Individu Dewasa

-

Pemanfaatan (Use & Trade)

Deskripsi Pemanfaatan

Macaca siberu dimanfaatkan terutama melalui perburuan lokal untuk konsumsi dan kemungkinan perdagangan sebagai satwa peliharaan. Skala pemanfaatan dan perdagangan belum terdokumentasi secara rinci, tetapi dapat berdampak penting karena sebarannya terbatas hanya di Pulau Siberut.

Skema Klasifikasi

Pemanfaatan & Perdagangan Lokal Nasional Internasional
Food - human ✓ — —

Aksi Konservasi

Deskripsi Aksi Konservasi

Aksi konservasi Macaca siberu perlu difokuskan pada perlindungan habitat di Pulau Siberut, terutama di dalam dan sekitar Taman Nasional Siberut serta hutan di luar kawasan lindung. Prioritasnya mencakup pencegahan deforestasi, restorasi habitat terfragmentasi, peningkatan konektivitas, pemantauan populasi, dan pengendalian perburuan. Edukasi masyarakat lokal, mitigasi konflik, serta penegakan hukum terhadap perburuan dan perdagangan ilegal juga diperlukan. Karena spesies ini endemik satu pulau, pengelolaan lanskap terpadu sangat penting untuk menjaga kelangsungan populasi jangka panjang.

Skema Klasifikasi

Aksi Konservasi
Penyadartahuan Dan Komunikasi
Konservasi Sumber Daya Alam Dan Habitat
Kebijakan Dan Peraturan
Pengelolaan Situs/Wilayah
Pemulihan Spesies
Bank Sumber Daya Genom
Pelatihan
Tingkat Nasional
Tingkat Sub-nasional
Standar Dan Peraturan Sektor Swasta
Tingkat Nasional
Tingkat Sub-nasional
Pembayaran Konservasi

Daftar Pustaka

  1. Fooden, J. (1975). Taxonomy and evolution of liontail and pigtail macaques (Primates: Cercopithecidae).. Fieldiana Zool..

  2. Fuentes, A. and Olson, M. (1995). Preliminary observations and status of the Pagai macaque.. Asian Primates 4(4): 1-4..

  3. Roos, C., Ziegler, T., Hodges, J. K., Zischler, H. and Abegg, C. (2003). Molecular phylogeny of Mentawai macaques: taxonomic and biogeographical implications.. Molecular Phylogenetics and Evolution 29(1): 139-150..

  4. Paciulli, L.M. (2004). The effects of logging, hunting, and vegetation on the densities of the Pagai, Mentawai Island primates.. State University of New York at Stony Brook..

  5. Ziegler, T., Abegg, C., Meijaard, E., Perwitasari-Farajallah, D., Walter, L., Hodges, J.K., Roos, C. (2006). Molecular phylogeny and evolutionary history of Southeast Asian macaques forming the M. silenus group.. Mol Phylogenet Evol. 42(3):807-16..

  6. Richter, C., Taufiq, A., Hodges, K., Ostner, J., Schulke, O (2013). Ecology of an endemic primate species (Macaca siberu) on Siberut Island, Indonesia.. SpringerPlus. 2 (137): 1-26..

  7. Quinten, M., Stirling, F., Schwarze, S., Dinata, Y., Hodges, K (2014). Knowledge, attitudes and practices of local people on Siberut Island (West-Sumatra, Indonesia) towards primate hunting and conservation.. Journal of Threatened Taxa. 6 (11): 6389-6398..

  8. Quinten, M.C., Nopiansyah, F., Hodges, K. (2015). First estimates of primate density and abundance in Siberut National Park, Mentawai Islands, Indonesia.. Oryx. 50 (2): 364-367..

Data Eksternal

Belum ada data eksternal (IUCN / GBIF / iNaturalist) terdaftar untuk spesies ini.

Data Sedang Disusun

Informasi detail untuk bagian ini belum tersedia.